Rabu, 10 Juni 2020

Strategi Forex Trading yang Aman dan Rendah Resiko

Forex Trading

Anda mungkin sudah pernah mempelajari berbagai macam teori strategi forex trading dari para pelopor pasar keuangan. Strategi-strategi yang mereka susun memang sudah membawa kesuksesan kepada mereka. Namun sangat penting bagi Anda untuk tetap kritis terhadap strategi dan “jalan pintas” yang banyak dicoba-coba oleh orang lain.

Agar tetap aman, sebaiknya Anda menerapkan strategi yang sudah lama berhasil, karena jika diterapkan dengan baik, strategi-strategi tersebut akan mempermudah dan mengamankan kinerja forex trading Anda. Mari membaca lebih lanjut tentang tiga macam strategi “klasik” dalam forex trading.

1. Strategi trend trading

Pada dasarnya, perdagangan yang rendah resiko terjadi dalam pasar yang relatif stabil. Anda tidak melihat secara kebetulan bahwa mata uang USD, GBP, EUR, AUD, CAD dan CHF merupakan major currency di pasar keuangan. Ini karena mereka adalah mata uang yang paling stabil di seluruh dunia, dan fluktuasi per harinya tidak besar. 

Pasar yang stabil memberikan keuntungan yaitu memungkinkan Anda untuk memperkirakan tren. Tanpa kebisingan, Anda dapat yakin untuk menggunakan analisa teknis agar dapat melihat gambaran besar tren, membuat prediksi, dan membuat target pip yang ingin Anda raihkan dalam periode mingguan hingga bulanan.

Selain itu, analisis fundamental dapat diterapkan untuk membaca tren, terutama dalam kasus benturan ekonomi dunia seperti yang terjadi pada awal tahun 2020. 

2. Strategi reversal trading

Ketika Anda menggunakan strategi trend trading, Anda hanya berfokus pada tingkat apresiasi mata uang yang Anda beli. Anda akan menjualnya hanya ketika mata uang tersebut sudah mencapai nilai maksimalnya. 

Namun, pada pasar uang yang relatif stabil, trend tidak terus menerus berjalan pada satu arah. Contohnya pada awal tahun 2017, EUR/USD mengalami peningkatan nilai dari 1.05 EUR hingga 1.23 EUR setiap dollar AS pada akhir tahun 2017. 

Sejak itu, EUR depresiasi pada tingkat yang stabil selama 2 tahun mencapai 1.08 EUR per USD di bulan April 2020. Jika seorang trader hanya mengandalkan EUR/USD, hanya memperdagangkan euro saja, ia tidak akan mendapatkan profit selama euro turun dalam 2 tahun terakhir. 

Namun dengan reversal trading, trader dapat beralih untuk menggunakan euro sebagai mata uang dasar, dan memperdagangkan mata uang dollar AS setelah reversal terjadi. Dengan mata uang manapun, Anda dapat menghasilkan keuntungan dengan strategi ini.

3. Strategi swing trading

Swing trading merupakan strategi jangka pendek yang merupakan turunan dari reversal trading. Strategi ini dapat diterapkan dalam jangka waktu satu minggu, dan ini sering digunakan oleh trader yang berpengalaman.

Swing trading memerlukan pengetahuan analisa teknis yang kuat, dibandingkan dengan analisa fundamental. Justru seorang trader tidak dapat mengandalkan analisa fundamental karena jangka waktu perdagangan terlalu pendek.  

Jika Anda masih pemula dalam forex trading, strategi ini tidak disarankan karena ada resiko Anda dapat kewalahan dengan pergerakan yang kencang. 

Berdagang dengan FBS

Trend trading, reversal trading dan swing trading adalah praktik umum dalam forex trading. Mereka sebenarnya juga berlaku untuk instrumen keuangan lainnya. FBS adalah perusahaan perdagangan valas online yang menurunkan biaya masuk pemula dan membantu yang berpengalaman menghasilkan lebih banyak keuntungan.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar