Kamis, 18 April 2019

Konsumsi Kentang Berlebihan Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Konsumsi Kentang Berlebihan Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Mengonsumsi kentang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 dan mengganti kentang dengan biji-bijian dapat menurunkan risiko diabetes tipe-2.

"Kentang dianggap salah satu jenis sayuran oleh Pedoman Makan Sehat yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Namun menurut saya, seharusnya kentang tidak  dianggap sebagai komponen kunci dari diet yang sehat. Kentang harus dianggap sebagai sumber karbohidrat seperti biji-bijian, dan bukan sayuran, " kata Isao Muraki, MD, PhD, dari Osaka Center for Cancer and Cardiovascular Disease Prevention, Japan, dan Harvard TH Chan School of Public Health, Boston, Massachusetts.

"Kentang mengandung sejumlah besar tepung dan relatif rendah serat, vitamin, mineral dan polifenol, dibanding jenis sayuran lain," tambah Muraki.

Tingginya kandungan karbohidrat berkualitas rendah di dalam kentang menyebabkan peningkatan risiko diabetes tipe-2.

Selain itu, masih menurut Muraki, kentang yang dipanaskan menyebabkan kulitnya lebih mudah dicerna dan bisa menaikkan kadar gula darah dengan lebih cepat.

Kentang, Termasuk Jenis Sayuran atau Bukan?

Apakah kentang termasuk jenis sayuran atau bukan, telah menjadi bahan 'perdebatan' antara ilmuwan Amerika Serikat dan Inggris.

Panduan makan sehat yang dirilis oleh pemerintah AS, MyPlate, dan Review of Special Supplemental Nutrition Program for Women, Infant, and Children Food Packages yang dipublikasikan oleh Institute of Medicine, menyebutkan bahwa kentang adalah jenis sayuran yang sehat.

Sementara panduan nasional makan sehat yang dikeluarkan pemerintah Inggris, EatWell, mengategorikan kentang ke dalam kelompok yang sama dengan sereal. Inggris menyatakan, bahwa kentang bukan termasuk jenis sayur apapun.

Sebelum menanggapi perdebatan dua negara maju itu, ada baiknya kita melihat dulu hasil sebuah penelitian  yang mengombinasikan data gabungan tiga studi besar.

Ketiga studi itu adalah Nurses' Health Study (1984–2010) yang meneliti  70.773 wanita, Nurses' Health Study II (1991–2011) yang meneliti  87.739 wanita dan Health Professionals Follow-Up Study (1986–2010) yang meneliti 40.669 pria. Semua relawan tidak menderita penyakit diabetes, kardiovaskular dan kanker di awal penelitian.

Peneliti menilai konsumsi kentang para relawan menggunakan kuesioner yang harus mereka isi.

Para peneliti juga mengevaluasi perubahan konsumsi kentang mereka dalam kurun waktu empat tahun, dan mengidentifikasi kemunculan diabetes tipe-2 dari laporan yang diberikan para relawan. Laporan-laporan itu kemudian divalidasi untuk membuktikan kebenarannya.

Selasa, 02 April 2019

Manfaat Kopi untuk Daya Tahan Tubuh

Manfaat Kopi untuk Daya Tahan Tubuh

Sebagian besar dari kita memulai hari dengan menyeruput secangkir kopi. Ternyata, kopi di pagi hari itu juga baik untuk meningkatkan performa olahraga.

Atlet yang minum kopi terlihat memiliki ketahanan lebih tinggi dibandingkan yang tidak minum. Begitu penemuan studi University of Georgia.

Periset dan penulis studi tersebut, Simon Higgins mengatakan,"Kopi membantu atlet karena kopi adalah minuman dengan bahan alami. Ada potensi dengan mengasup kafein dari kopi memiliki manfaat ketahanan sama dengan mengonsumsi pil kafein."

"Kopi adalah sumber kafein populer. Penelitian kami melihat pada riset seputar manfaat ergogeniknya," imbuhnya.

Peneliti mencatat dalam sembilan percobaan antara tiga dan tujuh miligram per kilogram berat badan kafein dari kopi ternyata meningkatkan ketahanan sampai rata-rata 24 persen.

Jumlah kafein dalam secangkir kopi bervariasi antara 75 sampai 150 mg, bergantung pada bagaimana biji kopi dipanggang dan dibuat minuman. Jumlah kafein pun bergantung pada varietasnya.

Dalam sembilan percobaan, peserta penelitian bersepeda atau lari setelah minum kopi. Sesudah itu, mereka berolah raga dengan giat dengan hasil yang terekam. Sebagian besar atlet ketahanannya "meningkat cukup banyak" setelah minum kopi.

Studi pun menyimpulkan, kafein dari kopi memiliki manfaat ergogenik yang meningkatkan kinerja fisik.

Tetapi, masih dibutuhkan riset lebih banyak untuk menginvestigasi penggunaan kafein dari kopi sebagai tandingan terhadap penggunaan kafein murni.

Higgins mengatakan,"Riset mengenai kopi sebagai sumber kafein masih kurang. Namun, ada banyak riset mengenai kafein murni. Mengejutkan betapa sedikit kita tahu mengenai kafein dari kopi yang dalam hal efek ketahanan tubuh sama manfaatnya dengan kafein murni."

Disimpulkan bahwa kopi sama manfaatnya dengan tablet kafein atau kafein bubuk untuk ketahanan saat olahraga. "Ada persepsi bahwa kopi tidak punya manfaat sama dengan kafein murni," ujar Higgins.

Namun, periset juga memperingatkan atlet untuk memperhatikan jumlah kafein yang ditelan.

"Ada surat peringatan bagi atlet dalam hal mengonsumsi kopi. Hati-hati karena kita tak tahu berapa banyak kandungan kafein dalam kopi, khususnya ketika minuman itu disiapkan orang lain. Atlet harus menggunakan kafein sesuai dengan anjuran ahli dietnya karena NCAA memasukkan kafein dalam zat yang dilarang," imbuhnya.

Tidak semua orang juga tahan minum kopi. Alih-alih meningkatkan ketahanan saat olahraga, minum kopi malah bikin jantung berdetak lebih kencang.
Studi ini sudah diterbitkan dalam jurnal internasional Sport Nutrition and Exercise Metabolism.