Kamis, 06 Desember 2018

Taman Nasional Komodo Jadi Perhatian UNESCO Karena Ekosistem Rusak

Taman Nasional Komodo Jadi Perhatian UNESCO Karena Ekosistem Rusak

Kerusakan ekosistem di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Barat sudah sampai ke telinga dunia. Media Inggris The Guardian melaporkan bahwa pencurian ikan dan polusi sampah memperparah kerusakan di taman tersebut. Pegiat lingkungan hidup pun mendesak UNESCO untuk segera turun tangan.

Lima tahun lalu, Ed Statham, seorang penyelam profesional, dibuat takjub oleh keindahan perairan di Pulau Komodo. 

Pada suatu hari, Statham dan timnya menyelamatkan seekor kura-kura hijau yang terjebak oleh tumpukan sampah dan terjerat oleh jaring ikan. Setelah memotong jaring, akhirnya kura-kura tersebut berhasil dibebaskan.

Dari peristiwa tersebut, Statham dan timnya menyadari bahwa kerusakan ekosistem laut di Taman Nasional Komodo sudah sedemikian parah. 

Kondisi tersebut ingin dipastikan oleh Statham dengan melakukan patroli setiap hari di wilayah Segitiga Karang. Wilayah ini sebetulnya sudah masuk dalam area dilindungi, tetapi mereka masih menemukan sejumlah bukti kerusakan.

“Yang terjadi adalah mereka memancing bukan dengan pancingan dan perahu kecil, tetapi memancing dengan jaring, menurunkan jangkar di lokasi penyelaman, dan jelas sekali banyak bangkai ikan dan bekas perburuan hiu. Dan kerusakannya semakin meluas setiap harinya," jelas Statham. 

"Jika semuanya berjalan seperti sekarang, Pulau Komodo akan mencapai titik kritis dalam beberapa tahun ke depan dan sangat sulit untuk dipulihkan," tambahnya, dikutip dari The Guardian, Rabu (18/4/2018). 

Kondisi Taman Nasional Komodo tersebut sudah menjadi perhatian UNESCO, lembaga kebudayaan resmi milik PBB. 

"Taman Nasional Komodo memang belum diserahkan ke komite warisan dunia di UNESCO. Akan tetapi, karena sudah banyak yang melaporkan kepada kami dan itu menjadi masalah serius, maka itu jelas menjadi jalan resmi kami ke depannya," kata Dr Fanny Douvere, Koordinator Program Kelautan Dunia Warisan UNESCO.

Douvere mengatakan, ada banyak langkah untuk membantu program penyelamatan dan pelestarian sebuah situs yang terncam, misalnya dengan melihat apakah situs tersebut masuk dalam daftar UNESCO. Lalu, akan ada kajian rutin untuk melihat tingkat kerusakannya.

Jika kerusakannya serius, tim warisan dunia akan menempatkan situs tersebut ke daftar terancam. Situs dalam daftar ini akan mendapat perhatian khusus, termasuk dari penyandang dana, agar segera mendapat tindakan penyelamatan.

Situs-situs lain dalam daftar terancam

Sementara itu, hingga saat ini sudah ada 29 situs yang masuk dalam daftar terancam, salah satunya adalah situs Belize Barrier Reef di sekitar wilayah Amerika Latin dan Laut Karibia.

"Begitu masuk dalam daftar bahaya, akan ada indikator untuk segera ditangani," jelas Douvere.

Dalam penanganan Belize Barrier Reef, otoritas Kota Belize dan UNESCO mengadopsi undang-undang pengelolaan lingkungan yang baru dan terencana untuk perlindungan, serta memperkenalkan moratorium untuk pengeboran lepas pantai.

Sebuah situs juga pernah dicabut dari daftar terancam oleh Unesco, misalnya lembah Dresden Elbe di Jerman di tahun 2009, karena pemerintah setempat sudah menyetujui membangun jembatan empat lajur yang melalui lanskap yang unik.

Pada bulan Juli tahun lalu, situs terumbu Tubbataha di Filipina juga sudah ditetapkan sebagai “wilayah laut yang sangat sensitif” oleh UNESCO. Kapal-kapal besar dilarang untuk melintas di area tersebut, untuk mengurangi kebisingan, polusi dan landasan kapal di masa depan.

Terkait Taman Nasional Komodo, Statham mendesak agar segera dilakukan tindakan untuk menyelamatkan Pulau Komodo.

Dirinya berkata, sepatutnya kita bersyukur karena lokasi Pulau Komodo berada di titik pertemuan antara dua samudera, dan membuatnya tidak terancam oleh pemanasan air laut dan pemutihan terumbu karang yang sudah menghancurkan wilayah lain.

"Kita harusnya bisa berperan untuk menjaganya, tetapi ternyata kita tidak. Kerusakan ini bukan disebabkan alam, tetapi kita semua," kata Statham.

Selain itu, jumlah wisatawan yang melonjak tanpa disertai jumlah pengawasan ketat juga dianggap menjadi salah satu faktor penyebab polusi sampah di pulau tersebut.

Seperti dikutip dari The Guardian, harga tiket ke Taman Nasional Komodo lebih mahal dari Galapagos. Pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp 175.000. Harga ini naik 500 persen dari 2015. Sayangnya, jumlah petugas yang berpatroli di taman tidak ditambah.

Kamis, 08 November 2018

Keindahan Tenun Flores Karya Lulusan LaSalle Collage Jakarta

Keindahan Tenun Flores Karya Lulusan LaSalle Collage Jakarta

Desainer-desainer muda lulusan dari LaSalle College Jakarta menampilkan karya mereka berupa rancangan busana yang terinspirasi dari keindahan tenun Flores dalam acara Creative Show 2018 di Jakarta.

Bertajuk "Nian Tana" yang memiliki arti Tanah Air dalam bahasa Maumere, Flores, karya terpilih para siswa dari sekolah desain internasional ini memukau para tamu yang hadir di The Hall Senayan City (13/4).

Menurut penjelasan Program Director Fashion Design LaSalle College Jakarta, Shinta Djiwatampu, Flores dipilih karena kekayaan tekstilnya yang sudah terkenal.

Sebanyak 200 koleksi bergaya modern dengan potongan asimetris, permainan tumpuk, serta outerwear, di tangan kreatif para lulusan sekolah mode ini, tenun Flores tetap menjadi fokus tampilan pada busana pria dan wanita.

"Kami bangga bisa membuktikan bibit-bibit desainer muda siap menunjukkan hasil karya mereka di kancah global," kata Shinta.

Creative Show yang menampilkan keindahan kain tenun Flores.LaSalle College Creative Show yang menampilkan keindahan kain tenun Flores.

Ia menjelaskan, rancangan yang ditampilkan menggunakan tenun Flores yang dibuat secara tradisional, namun dengan desain yang modern.
"Kita ambil unsur tradisionalnya dan kita terapkan di fashion show," katanya.

Program unggulan

Shinta mengatakan, Nian Tana Creative Show merupakan kombinasi dari 211 lulusan yang berasal dari 6 program unggulan yang dimiliki LaSalle College.

"Creative Show ini terdiri dari pameran hasil karya terbaik dari program Fashion Design, Fashion Business, Interior Design, Digital Media Design, Photography dan Artistic Make Up," ujar Shinta.

LaSalle College Jakarta merupakan sekolah desain yang berpusat di Kanada dan mempunyai 23 kampus di seluruh dunia, dengan 6 program studi dengan jenjang pendidikan berupa program Strata 1 (S1) yang diakui DIKTI, Internasional Diploma dan juga Sertifikat.

Senin, 08 Oktober 2018

Penjelasan Sparkling Water Sama Baiknya Dengan Air Mineral

Penjelasan Sparkling Water Sama Baiknya Dengan Air Mineral

Menenggak air berkarbonasi atau sparkling water memang terasa lebih menyegarkan.

Para pakar kesehatan menyebut berbagai fakta menakjubkan dari minuman ini, misalnya tidak mengandung gula, tidak mengandung kalori, dan tidak mengandung bahan tambahan lainnya.

Namun, mitos beredar menyebut air yang memiliki kandungan karbondioksida ini dapat mengikis gigi dan tulang. Lalu, apakah air berkarbonasi sama baiknya dengan air mineral?

Meski belum ada banyak penelitian terkait hal ini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa air berkarbonasi sama seperti air mineral. Ini masuk akal, mengingat air berkarbonasi hanyalah air biasa yang dialiri gelembung gas karbondioksida.

Dilansir Live Science, Kamis (19/4/2018), gelembung-gelembung inilah yang membuat Anda merasa lebih cepat kenyang dan akan mengganggu pencernaan bila diminum dengan cepat.

Satu penelitian kedokteran olahraga menunjukkan bahwa banyak orang tidak cepat haus bila mereka mengonsumsi air berkarbonasi.

Namun, penelitian berbeda menunjukkan anak-anak yang minum minuman karbonasi lebih cepat merasa haus dibanding anak-anak yang tidak meminumnya.

Kedua penelitian tersebut mungkin berhubungan dengan berapa banyak air yang diminum.

Kemudian, mitos yang menyebut air berkarbonasi dapat mengikis tulang rupanya sama sekali tidak ada penelitian ilmiah yang dapat membuktikannya.

Di sisi lain, ada beberapa fakta yang membuktikan air karbonasi dapat mengikis email gigi Anda. Menurut sejumlah penelitian, penyebabnya adalah asam karbonat.

Asam karbonat yang muncul karena air dan gas karbon inilah yang memberi efek berkilau di air dan sedikit rasa tajam. Penelitian telah menemukan bahwa asam karbonat dapat mengikis enamel gigi dalam jangka waktu yang lama.

Untuk mencegah hal ini terjadi, Anda dapat menambahkan perasan jeruk yang mengandung asam sitrat pada minuman berkarbonasi.

Jadi, air berkarbonasi adalah pengganti H2O yang ramah untuk tubuh. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS lebih menganjurkan untuk meminum air berkarbonasi daripada soda manis. Dengan catatan, tidak menambahkan gula, garam, atau bahan tambahan lain yang justru dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Kamis, 06 September 2018

4 Tempat Rekomendasi Ngeteh di Ibu Kota Jakarta

4 Tempat Rekomendasi Ngeteh di Ibu Kota Jakarta

Jika kita bahas tentang macetnya ibukota memang tidak akan ada habisnya. Daripada Anda harus stres menunggu macet, ada baiknya duduk-duduk cantik dulu sepulang kantor.

Santai sejenak sambil ditemani dengan seporsi olahan teh bisa Anda coba, bosan kan kalau ujung-ujungnya ke kedai kopi favorit terus.

Berikut rekomendasi tempat untuk ngeteh terbaik di Jakarta yang sudah dirangkum oleh Cashbac:

1. Lewis & Carroll

Tidak salah jika memang Lewis & Carroll dijadikan sebagai salah satu tempat terbaik untuk minum teh di Jakarta.

Dengan memiliki lebih dari 80 jenis teh, kualitas adalah hal yang memang menjadi fokus utama dari setiap sajian yang disediakan.

Dari 80 jenis teh tersebut akan dibagi kembali menjadi 12 kategori seperti Black, Black Blend, White, White Blend, Herbal, Green, Green Blend, Oolong, Oolong Blend, Spice, Fruit dan Flower. Sudah siap mencoba?

2. Chatelier

Bingung dengan beragam pilihan menu teh yang disediakan di Chatelier? Tenang, karena pelayan yang ada disini akan dengan senang hati menjelaskan keunikan dari setiap menu yang ditawarkan.

Tidak sampai di situ, saat datang Anda akan disuguhkan beberapa sample teh yang dimiliki Chatelier. Anda dapat mencobanya dan kemudian dapat langsung memilih menu yang akan disesuaikan dengan jenis teh yang telah Anda coba sebelumnya. Unik!

3. Rinne Cheese Tea

Siapa sih yang tidak suka dengan bubble tea? Apalagi dengan tambahan olahan kekinian yang disajikan dalam beberapa varian. Sebagai menu jagoan, sudah pasti cheese tea yang harus Anda pesan.

Salah satu yang paling favorit di Rinne Cheese Tea adalah Cocoa Hershey Cheese Tea yang menggabungkan manisnya rasa coklat dengan gurihnya rasa keju. Kedua rasa yang bercampur menjadi satu ini akan meninggalakan kesan yang tidak terlupakan. Enak!

4. Hoshino Tea Time

Tempat paling terakhir ini sangat pas untuk Anda yang ingin duduk-duduk cantik dengan suasana outdoor.

Hoshino Tea Time yang berada di daerah Kuningan ini memang sangat nyaman, ditambah dengan teh mereka yang memiliki ciri khas berasal dari Taiwan.

Salah satu yang unik dari Hoshino Tea Time adalah mereka menggunakan teh sebagai salah satu bahan makanan mereka!

Penasaran seperti apa rasanya Black Tea Curry yang menggunakan teh hitam? Langsung aja coba disini sekarang!

Jumat, 10 Agustus 2018

Alasan Tidak di Anjurkan Membersihkan Miss V dengan Sabung

Alasan Tidak di Anjurkan Membersihkan Miss V dengan Sabung

Menjaga organ kewanitaan bersih dan tidak lembab memang penting. Namun, jangan asal membersihkannya dengan sabun mandi.

Secara alami vagina memiliki tingkat keasaman yang rendah. Itu sebabnya tidak dianjurkan membersihkan area ini dengan sabun mandi karena sifatnya basa.

“Sabun bersifat basa, sedangkan lingkungan vagina asam. Membersihkan vagina dengan sabun bisa mengganggu keseimbangan flora,” ujar dr. Neni Anggraeni Sp.OG, dalam acara diskusi bertema More Active, More Confident yang diadakan oleh Absolute Hypoallergenic di Jakarta (20/4).

Ia mengatakan, area luar vagina memang tidak masalah jika dibersihkan dengan sabun, tapi tidak dengan bagian dalam karena bisa mengiritasi.

Sabun khusus pembersih vagina dinilai lebih aman karea memiliki tingkat keasaman yang rendah.

PT.Kino Indonesia memperkenalkan Absolute Hypoallergenic yang terbuat dari ekstrak susu dan mengandung biolacto-active untuk menjaga keseimbangan pH vagina.

“Nilai pH Absolute Hypoallergenic sama dengan vagina yang asam,” ujar Yuna Eka Kristina, Senior PR Manager PT.Kino, dalam acara yang sama.

Yuna menjelaskan, Absolute Hypoallergenic sudah teruji klinis aman, bahkan untuk kulit yang sensitif.

Kamis, 12 Juli 2018

Sejak Miliaran Tahun Lalu Danau Purba di Mars Sudah Kering

Sejak Miliaran Tahun Lalu Danau Purba di Mars Sudah Kering

Tata surya menyimpan banyak misteri yang menarik untuk dipecahkan. Tak terkecuali dengan Mars.

Planet merah ini diketahui memiliki permukaan yang tidak rata. Seperti bumi, Mars juga memiliki cekungan besar menyerupai danau kering.

Hal ini diketahui dari sederet foto yang dihasilkan oleh robot penjelajah Mars, Curiosity. Sejak pendaratannya di Mars pada 5 Agustus 2012, Curiosity sudah melakukan penjelajahan dan pengamatan luar biasa.

Salah satunya adalah foto danau purba di Mars. Setelah diidentifikasi, ilmuwan berkata bahwa danau purba tersebut sudah kering sejak 3,5 miliar tahun lalu.

Hal ini seperti dilaporkan dalam jurnal Geology, Kamis (19/4/2018). Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa danau purba di Mars adalah hasil pengeringan lumpur yang terbentuk saat endapan basah terpapar udara.

Kesimpulan ini didasarkan pada analisis dari satu area batuan yang dikenal sebagai Old Soaker.

Peneliti tak hanya menganalisis fenomena ini lewat data Curiosity. Mereka juga melibatkan berbagai alat canggih, temasuk Mars Hand Lens Imager, ChemCam Laser Induced Breakdown Spectrometer (LIBS) dan Alpha-Particle X-Ray Spectrometer (APXS) untuk mempelajari tampilan fisik dan kandungan kimianya.

Hasil analisis mengungkap bahwa cekungan terbentuk karena paparan udara, bukan aliran air. Selain itu, bentuk cekungan menunjukkan peristiwa pengeringan planet Mars.

Posisi retakan yang terlihat lebih dekat ke pusat danau daripada tepiannya juga menunjukkan bahwa tingkatan danau sering berubah, naik turun secara dramatis dari waktu ke waktu.

"Retakan lumpur juga sangat menarik, sebab dapat menambah konteks pemahaman kita tentang sistem lakustrin kuno ini," ujar penulis studi Nathaniel Stein, ahli geologi dari Institut Teknologi California, Pasadena dalam sebuah pernyataan dilansir Newsweek, Jumat (20/4/2018).

Terkait danau kering Mars, ilmuwan telah mengetahui keberadaan air tua di Mars sejak lama. Penelitian NASA pada 2015 yang mengukur jejak air di atmosfer Mars menunjukkan bahwa lautan purba mungkin memiliki lebih banyak air dibanding Samudera Arktik.

Namun, karena planet merah memiliki lebih sedikit gravitasi dan atmosfer daripada Bumi, air ini menguap ke angkasa sejak beberapa miliar tahun.

Ilmuwan percaya, air tetap ada di Mars dalam bentuk es. Hal ini merujuk pada penelitian 2015 yang menemukan lempengan es tepat di bawah permukaan Mars. Mereka memperkirakan ukurannya sangat luas, setara dengan California dan Texas dijadikan satu.

Banyak juga peneliti yang percaya bahwa air masih mengalir di Mars hingga kini.

Minggu, 10 Juni 2018

Mengenal Sosok Sri Rahayu, Perempuan Penemu Tanaman Hoya

Mengenal Sosok Sri Rahayu, Perempuan Penemu Tanaman Hoya

Hingga munculnya Sri Rahayu, hoya dianggap sampah oleh masyarakat. Namun, Peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor ini telah berhasil mengangkat statusnya.

Perempuan yang akrab disapa Yayuk ini tergugah meneliti hingga menemukan tanaman baru setelah menyadari beragamnya keanekaragaman hayati Indonesia.

Yayuk berkata bahwa dia ingin mendomestikasikan tanaman liar di Indonesia dari ancaman kepunahan, karena Indonesia menyimpan kekayaan tanaman yang bisa dimanfaatkan seperti untuk makanan, obat, dan penghilang polusi.

Ketika ditugaskan untuk mendeskripsikan tanaman di Bogor, Yayuk bertemu dengan tanaman Hoya untuk kali pertama.

Tanaman ini sebetulnya sudah dikenal di luar negeri sebagai tanaman hias, tetapi dianggap tanaman sampah oleh masyarakat Indonesia.

Dia pun mulai berkutat pada pemuliaan tanaman Hoya sejak tahun 1996 hingga 2001 dan fokus meneliti bunga lipstik pada tahun 2002 hingga 2006

Untungnya, kerja keras Yayuk membuahkan hasil.

Terbaru, Yayuk mempersembahkan tiga spesies baru tanaman Hoya, yakni Hoya undulata SRahayu & Rodda, Hoya rintzii Rodda, serta Simmonsson & Srahayu.

Sebelumnya, perempuan yang menamatkan gelar doktoralnya di Institut Pertanian Bogor ini juga sukses mematenkan tiga tanaman melalui perlindungan varietas tanaman (PVT), yakni bunga hoya (Hoya Kusnoto), bunga lipstik (Aeschynanthus Soedjana Kassan), dan bunga lipstik (Aeschynanthus Mahligai).

Berkat temuan terbaru varietas tanaman Hoya Kusnoto dan bunga lipstik mahligai, Yayuk pun berhasil menggondol penghargaan alih teknologi pada LIPI Award 2016 lalu.

Yayuk menjelaskan, baik tanaman Hoya maupun bunga lipstik bukan tanaman biasa. “Keduanya bisa menyerap polutan di dalam rumah seperti cat yang berbahaya bagi manusia. Hoya cocok untuk tanaman hias gantung karena menjalar,” ujarnya.

Racun yang bisa hilang berkat tanaman tersebut, yakni benzene, toluene, dan xylene.

Kini, bibit bunga Hoya bisa diperoleh dari LIPI Bogor dengan harga Rp 50.000.

Untuk perawatannya, tanaman ini sebaiknya ditanam di media sekam atau bahan organik kasar. Ia juga mesti terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Perawatan lain yang diperlukan adalah pemupukan pupuk epifit seperti tanaman anggrek.

Selasa, 08 Mei 2018

Penampakan Angsa yang Bangun Sarang dari Plastik

Penampakan Angsa yang Bangun Sarang dari Plastik

Foto di atas mungkin adalah salah satu peringatan paling menyedihkan dari alam bagi manusia minggu ini.

Angsa-angsa di danau Kopenhagen terpaksa bertelur pada sarang dari plastik ketika danau yang menjadi rumah mereka kini tercemar.

Maria Reumert Gjerding, Presiden Danish Society for Nature Conservation, menduga bahwa plastik-plastik yang digunakan oleh angsa dalam foto di atas merupakan sampah yang dibuang oleh pengunjung danau dari jembatan Dronning Louises Bro.

Angsa-angsa di danau tersebut kemudian mengambil sampah-sampah ini untuk membangun sarang yang aman bagi telurnya ketika musim kawin tiba.

Hal serupa juga diamati pada musim kawin tahun lalu, dan menjadi perhatian para pakar konservasi.

Diwawancarai oleh media lokal TV2, Gjerding berkata bahwa sampah plastik bisa menyebabkan bahaya besar bagi angsa dan satwa-satwa di sekitar area.

Pasalnya, hewan-hewan ini sering kali salah mengira plastik sebagai materi organik untuk dimakan.

“Masalahnya adalah plastik tidak bisa terdegradasi secara alami. Jika hewan memakannya, mereka berisiko mati. Mereka juga berisiko tersangkut oleh plastik, dan karena plastik sangatlah kuat, hewan-hewan ini bisa mati karenanya,” ujar Gjerding.

A swan swam to its nest in a lake near Queen Louise’s Bridge in central Copenhagen, Denmark, on Tuesday. The swan’s nest is partly made from trash from the lake and contains several eggs. pic.twitter.com/73aAwBNKHG

— CCTV (@CCTV) April 19, 2018

Untuk itu, Danish Society for Nature Conservation pun akan mengadakan pengumpulan sampah tahunan pada hari Senin depan (23/4/2018). Pengumpulan sampah ini akan dilakukan selama seminggu penuh bersama 141.000 anak di seluruh Denmark.

Pada tahun lalu, pengumpulan sampah organisasi tersebut berhasil mengangkat 110.000 kaleng dan 155.000 sampah lainnya dari lokasi-lokasi alami di Denmark.

Minggu, 22 April 2018

Karbohidrat Dominasi Menu Sarapan Orang Indonesia

Karbohidrat Dominasi Menu Sarapan Orang Indonesia

Pentingnya sarapan sebagai waktu makan terbaik sudah dipahami mayoritas masyarakat di 11 negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Hanya saja, menu sarapan orang Indonesia masih didominasi oleh karbohidrat.

Menurut survei, 88 persen masyarakat Indonesia melakukan sarapan di rumah. Hanya 4 persen yang tidak melakukan sarapan.

Sementara 5 persennya menyantap sarapan di tempat kerja dan 3 persennya di jalan menuju tempat kerja.

"Kami bangga mengetahui bahwa mayoritas masyarakat di Asia Pasifik termasuk di Indonesia memahami pentingnya sarapan setiap harinya," kata Senior Director & General Manager Herbalife Andam Dewi di Hotel Mulia Senayan, Rabu (18/4/2018).

Namun, survei juga menunjukkan bahwa sarapan yang dikonsumsi orang Indonesia masih belum memenuhi nutrisi yang seimbang.

Porsi karbohidrat pada saat sarapan disebut masih terlalu banyak.

Menurut survei, 40 persen konsumen Indonesia menganggap karbohidrat sebagai nutrisi penting dalam sarapan.

Faktanya, masih banyak masyarakat yang mengkonsumsi makanan tradisional sarat karbohidrat (56 persen) dan minuman panas (41 persen).

Padahal, Andam menjelaskan, porsi makanan seimbang menurut filosofi Herbalife Nutrition terdiri dari 40 persen karbohidrat, 30 persen protein, 30 persen lemak, 25 gram serat, serta delapan gelas air mineral.

Di kesempatan yang sama, Vice President Worldwide Sport Performance & Fitness Herbalife Nutrition, Samantha Clayton turut menghitung jumlah kalori yang dikonsumsi rata-rata orang Indonesia dalam sehari.

Satu mangkuk nasi menurutnya mengandung sekitar 200 kalori. Padahal, banyak masyarakat yang mengkonsumsi sarapan tradisional di Indonesia dengan porsi karbohidrat hingga dua mangkuk.

Artinya, konsumsi nasi saja sudah mencapai sekitar 400 kalori. Angka itu belum termasuk dengan lauk pauknya.

Apalagi jika ditambah minum kopi yang kalorinya bisa mencapai 400 kalori.

Padahal, asupan kalori yang direkomendasikan adalah 2.000 kalori setiap harinya.

"Nasi saja sudah 400 kalori, lalu ditambah daging, sosis, dan lainnya bisa jadi sarapan 700 kalori atau lebih. Itu hampir setengah dari 2.000 kalori hanya dalam sekali makan," kata Samantha.

Protein

Samantha yang juga merupakan pelatih fisik pesepakbola Cristiano Ronaldo itu menyarankan agar masyarakat mulai mengubah pola pikirnya dalam mengatur porsi makanan.

Saat makan, Samantha menyarankan agar kita mendahulukan protein. Protein dianggap sangat esensial untuk tubuh.

Selain itu, protein tidak hanya mengenyangkan tapi bisa menjaga rasa kenyang tersebut lebih lama ketimbang karbohidrat.

Anjuran untuk mendahulukan protein juga selalu diberikan Samantha untuk para atlet muda.

"Mindset itu yang harus diubah. Mulailah dengan porsi kecil. Protein sangat esensial dan dipertimbangkan sebagai nutrien pertama," ujar Samantha.

"Seperti namanya, 'protein'. Berasal dari bahasa Yunani disebut 'protos' yang artinya nutrien pertama," sambungnya.

Adapun 11 negara yang menjadi objek survei adalah Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malayeia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Responden yang terlibat mencapai 5.000 orang.

Survei dilakukan untuk mengetahui kebiasaan dan pola sarapan serta kebiasaan konsumsi makanan bagi konsumen di Asia Pasifik.

Manusia Bertangan Pisau Ada di Italia Terbukti Bukan Kisah Fiksi

Manusia Bertangan Pisau Ada di Italia Terbukti Bukan Kisah Fiksi

Selama ini, manusia bertangan pisau hanya ada dalam kisah fiksi hasil rekaan para penulis skenario. Namun, rupanya hal tersebut benar adanya.

Para peneliti berhasil menyingkap penemuan kerangka manusia yang diduga hidup antara abad enam hingga delapan masehi.

Jasad pria yang diperkirakan berumur 40 hingga 50 tahun ini ditemukan di nekropolis Longobard di utara Italia dengan tangan kanan yang telah diamputasi, dipotong dari pertengahan lengan bawah, dan digantikan dengan pisau.

Menurut laporan yang terbit dalam jurnal Anthropological Sciences, belum ada alasan pasti mengapa ada pisau yang melekat di tulang kerangka pria itu.

Namun, beberapa kemungkinan dibeberkan, misalnya amputasi terpaksa dilakukan lantaran tangan sang pria menjadi korban pertempuran yang memang telah jadi kebiasaan warga Longoboard.

“Salah satu kemungkinan lainnya, anggota badan diamputasi lantaran persoalan medis. Bisa saja, anggota tubuh bagian depan hancur karena tidak sengaja jatuh atau alasan lain. Akibatnya, timbul fraktur yang tidak bisa diperbaiki,” ujar para peneliti yang dimuat dalam jurnal seperti dilansir Science Alert, Sabtu (15/4/2018).

Bukti Pendukung

Bukti yang disebutkan berikutnya semakin menambah keyakinan peneliti bahwa pria tersebut memang betul-betul pakai tangan buatan.

Para peneliti mendapati bahwa ujung tulang menunjukkan dampak tekanan biomekanik. Ini sesuai dengan tekanan yang terjadi dalam prosedur prostesis (mengganti organ tubuh yang hilang dengan material lain).

Bukti lain yakni lewat kondisi gigi si kerangka. Enamel dan lesi tulang pada gigi mengalami keropos yang menunjukkan adanya infeksi bakteri lantaran membuka rongga pulpa terlalu lebar.

Ini diduga karena si pria harus sering-sering mengencangkan sambungan pisau dengan tangan dengan cara menggigitnya. Pengencangan ini juga membuat bahu dan tulang punggung membentuk huruf C.

Letak pisau di tempat jasad tersebut dimakamkan juga tidak seperti pada umumnya. Pisau seharusnya sejajar dengan orang yang yang dikuburkan sebagai tanda bila pisau adalah senjatanya. Namun, pria ini dikuburkan dengan tangan kanan yang terlipat di atas dada. Bagian belakang pisau berada di ujung tangannya.

Lalu, para peneliti juga menemukan gesper berbentuk D yang diduga untuk mengikatkan pisau pada lengan.

Tikus Kanguru yang Sempat Dikira Punah Kembali Muncul

Tikus Kanguru yang Sempat Dikira Punah Kembali Muncul

Selama beberapa dekade, tikus kanguru asal San Quintin, Mexico tidak pernah menampakkan batang hidungnya lagi.

Ekspedisi untuk mencari hewan pengerat coklat yang dapat melompat seperti kanguru itu tak pernah membawa kabar baik.

Tikus kanguru berukuran 12 sentimeter ini tak pernah terlihat lagi sejak 1986. Hingga satu dekade setelah itu, pemerintah California melalui keterangan resmi San Diego Natural History Museum memutuskan untuk mengklasifikasikan spesies ini terancam punah. Banyak yang mempercayai hewan ini sudah punah.

Tak dinyana hewan mungil ini ditemukan kembali secara tidak disengaja, di sekitar lapangan Baja California.

Hal ini bermula ketika peneliti dari San Diego Natural History Museum dan nirlaba Terra Peninsular berniat mempelajari populasi hewan pengerat di daerah itu.

Cara yang digunakan adalah memancing hewan pengerat untuk memasuki perangkap. Ketika sudah waktunya untuk melihat hasil tangkapan, peneliti justru sangat terkejut dan heran dengan apa yang mereka dapatkan.

Pasalnya, itu adalah hewan pengerat yang selama beberapa dekade selalu dicari keberadaannya dan sudah dianggap punah.

Tak perlu menunggu lama, kini para peneliti sudah menyiapkan rencana untuk meningkatkan populasi spesies tersebut.

"Penemuan ini tak hanya dapat dijadikan contoh sempurna dari pentingnya pekerjaan lapangan, namun kami juga dapat mengembangkan rencana konservasi berdasarkan temuan kami," kata Scott Tremor, mamalogist museum dalam keterangan resminya dilansir Fox News, Sabtu (21/4/2018).

Untuk mewujudkan penyelamatan tikus kanguru, tim museum akan bekerja sama dengan Terra Peninsular.

"Terra Peninsular sangat bahagia menjadi bagian dari penemuan ini dan kami akan terus bekerja untuk melestarikan dan melindunginya," ujar Jorge Andrade, koordinator manajer adaptif di Terra Peninsular.

Terkait temuan spesies yang sudah dianggap punah, ini bukanlah kesuksesan pertama bagi museum San Diego. Tercatat, tikus kanguru San Quintin adalah spesies ketiga yang dianggap sudah punah dan ditemukan lagi dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk selanjutnya, peneliti akan menguraikan temuan mereka dalam penelitian yang rencananya diterbitkan dalam jurnal ilmiah Bulletin of the Southern California Academy of Sciences.

Selasa, 06 Maret 2018

Melihat Fenomena Pelakor di Hubungan Suatu Pasangan

Melihat Fenomena Pelakor di Hubungan Suatu Pasangan

Pada saat ini, masyarakat Indonesia di segala usia, baik perempuan atau laki-laki, sudah akrab dengan istilah “ pelakor”. Istilah ini dilemparkan dengan gampang untuk menyebut wanita idaman lain (WIL).

Padahal di balik penggunaan istilah “pelakor” dan fenomena perempuan melabrak perempuan lainnya demi memperebutkan laki-laki yang ditayangkan di media massa; ada ketimpangan jender dan ketidaksadaran jender, bahkan di antara perempuan sendiri.

Dari istilahnya saja, Visiting Scholar di Auckland University of Technology Nelly Martin berkata bahwa “pelakor” digunakan oleh masyarakat untuk menyalahkan dan mempermalukan perempuan, sementara laki-laki yang melakukan perselingkuhan sama sekali tidak disalahkan.

Sebab, istilah “pelakor” menempatkan laki-laki sebagai pelaku yang tidak berdaya dan bisa direbut, meskipun perselingkuhan hanya bisa terjadi ketika kedua belah pihak berkolaborasi.

Harti Muchlas, Direktur Rifka Annisa, pun berpendapat sama. Dia menegaskan bahwa perselingkuhan sebetulnya merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan yang sering kali dilupakan oleh masyarakat.

"Perempuan mendapat stigma berkali-kali lipat, sementara laki-laki yang harus bertanggung jawab terhadap perilaku kekerasannya itu tidak mendapatkan perhatian yang serius dari masyarakat," ujarnya.

Bagaimana pola pikir yang sangat merugikan perempuan ini bisa tercipta?

Para pakar merunut balik kepada stereotip jender yang berkembang pada masyarakat dan ketidakberdayaan perempuan.

Mereka pun memberikan berbagai solusi agar fenomena “pelakor” ini tidak berulang kembali di masa depan.

Minggu, 04 Februari 2018

Benarkah Resiko Serangan Jantung Lebih Besar saat Perut Buncit

Benarkah Resiko Serangan Jantung Lebih Besar saat Perut Buncit

Sering kita jumpai orang yang terlihat langsing namun ternyata perutnya buncit.

Jika Anda adalah salah satu dari kelompok tersebut, segeralah atur jadwal berolahraga dan menjaga pola makan yang sehat.

Hal ini bukan hanya untuk menunjang penampilan. Para pakar kesehatan telah membuktikan bahwa orang-orang buncit dengan berat badan normal berisiko memiliki masalah jantung yang lebih tinggi daripada obesitas yang tidak memiliki lemak berlebih di pinggang.

Temuan ini setelah peneliti mengamati 1.692 warga AS berusia 45 tahun ke atas yang tinggal di Minnesota. Antara tahun 1997 sampai 2000, mereka melakukan pemeriksaan klinis yang melibatkan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, dan lingkar pinggul.

Semua peserta kemudian ditindaklanjuti pada tahun 2000 sampai 2016, untuk pemantauan kardiovaskular seperti serangan jantung menggunakan catatan medis dari Rochester Epidemiology Project.

Hasilnya, peserta dengan indeks massa tubuh (BMI) normal dan memiliki obesitas di perut berisiko memiliki masalah kardiovaskular dua kali lipat dibanding peserta yanng tidak buncit.

"Segera temui dokter jika pinggang Anda lebih besar dari pinggul Anda," ujar penulis studi Dr Jose Medina-Inojosa dari Mayo Clinic dan The International Clinical research Centre, Rumah Sakit Universitas St. Anne, Republik Ceko, dilansir Telegraph, Jumat (20/4/2018).

"Orang dengan berat badan normal namun perutnya buncit lebih berisiko mengalami masalah jantung daripada orang yang tidak memiliki lemak diperut, termasuk mereka yang disebut obesitas menurut BMI," imbuhnya.

Menurut Medina-Inojosa, perut buncit disebabkan oleh kurang aktif bergerak, massa otot rendah, dan terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat olahan.

Selasa, 02 Januari 2018

Inggris Akan Larang Pemakaian Sedotan Plastik dan Korek Kuping

Inggris Akan Larang Pemakaian Sedotan Plastik dan Korek Kuping

Dalam usaha untuk menekan pencemaran lautan akibat sampah plastik, Inggris Raya berencana untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai yang tidak bisa didaur ulang maupun terdegradasi dengan cepat.

Produk-produk yang rencananya akan dilarang termasuk sedotan plastik, korek kuping atau cotton bud, dan pengaduk minuman dari plastik yang bisa Anda temukan di kafe-kafe.

Rencana tersebut disampaikan dalam rapat Commonwealth Heads of Government di London, Kamis kemarin (19/4/2018) menanggapi konsumsi plastik yang terus meningkat.

Perdana Menteri Inggris Raya, Theresa May, berkata bahwa di Inggris Raya saja, sebanyak 23 juta sedotan plastik digunakan dan dibuang setiap hari. Lalu, laporan pemerintah Inggris mengenai masa depan kelautan menyebutkan bahwa sebanyak 70 persen sampah di lautan berasal dari plastik.

“Sampah plastik adalah salah satu tantangan lingkungan terbesar bagi bumi. Oleh karena itu, melindungi lingkungan kelautan sangat penting bagi agenda kita di Rapat Commonweath Heads of Government,” ujarnya.

Sebelumnya, Inggris Raya telah menetapkan aturan kantong plastik berbayar. Negara tersebut juga melarang penggunaan microbeads dalam produk apa pun.

Ke depannya, bukan tidak mungkin rencana pelarangan sedotan plastik dan korek kuping terealisasi. Pasalnya, sejauh ini rencana tersebut mendapat dukungan baik dari masyarakat Inggris Raya, selebriti, dan para pakar konservasi.